FintalkUpdate News

Berapa Maksimal Uang Cash di Rekening? Agar Uang Tidak Banyak “Menganggur”

Ahli keuangan menyarankan jumlah uang cash di rekening sebaiknya tidak berlebihan agar dana tetap likuid sekaligus bisa berkembang melalui instrumen investasi.

Menyimpan uang tunai (cash) di rekening bank memang penting untuk menjaga likuiditas dan memudahkan transaksi harian. Namun, para ahli keuangan mengingatkan bahwa jumlah dana yang disimpan sebaiknya tidak terlalu besar agar uang tidak menganggur dan kehilangan potensi pertumbuhan.

Perencana keuangan umumnya menyarankan saldo rekening operasional cukup untuk menutup kebutuhan rutin jangka pendek, misalnya pengeluaran selama satu bulan. Dengan cara ini, kebutuhan harian tetap aman tanpa membuat terlalu banyak dana tidak produktif.

Konselor perencanaan pensiun berlisensi, Gregory Guenther, menyarankan jumlah uang tunai di rekening bahkan bisa lebih kecil, yakni cukup untuk kebutuhan satu hingga dua minggu.

“Jika terlalu sedikit, Anda akan merasa cemas… tapi jika terlalu banyak, Anda kehilangan potensi pertumbuhan,” ujarnya.

Menurut para ahli, menyimpan terlalu banyak uang di rekening memiliki beberapa risiko, mulai dari tergerus inflasi, potensi penipuan (fraud), hingga hilangnya kesempatan memperoleh imbal hasil dari instrumen investasi seperti deposito, reksa dana, atau obligasi.

Selain rekening operasional, masyarakat juga disarankan memiliki dana darurat terpisah dengan nilai sekitar tiga hingga enam bulan pengeluaran. Dana ini penting untuk mengantisipasi kondisi tak terduga seperti kehilangan pekerjaan, kebutuhan medis, atau kebutuhan mendesak lainnya.

Ahli menilai keseimbangan antara dana likuid dan investasi menjadi kunci kesehatan finansial. Terlalu banyak uang mengendap di rekening memang terasa aman, tetapi dapat mengurangi peluang pertumbuhan aset dalam jangka panjang.

Dengan pengelolaan yang tepat, masyarakat dapat memastikan kebutuhan jangka pendek tetap terpenuhi sekaligus menjaga stabilitas keuangan di masa depan.

Back to top button